Untuk mu yang selalu ku sayang..
Hati tak sanggup menahan derita, jiwapun seakan meronta-ronta melihat cinta berlalu begitu saja, terik mentari tersulam asa, asa terpendam didera pilu dan nista..
Deraian air matapun berlinang, diiringi rentak rentak pilu yang bertahta direlung hati, seakan merelakan kenyataan yang terjadi didalam sepiku sendiri..
Walau hati menangis ku coba hidup sendiri, demi kau sibuah hati untuk tanamkan rindu dalam sepi..
Diasaat kau harus memilih, seagalanya begitu perih...
perasaan terbuai dicakrawala membisu dalam iringan waktu yang nyata, seandainya teduh hatimu satukan raga ukiran indah bersemi didalam hatimu, hanya sentuhan kasih yang tiada pernah mengalir biarkan ku sendiri lgi karena rapuh bukan berarti tak setia.
jalan ini masih panjang, aku berdo'a untukmu dan juga untuk kebahagian, meski aku tak bisa menahan kau untuk pergi, tapi setiap detik waktuku tak luput meminta pada-NYA..
Satukan aku padamu dilain kesempatan meski bukan saat ini...
Malam kian meninngi sayang,disemenanjung hati masih berharap mimipi masih mempertemukan kita lagi, diantara cahaya lentera yang tersisa sebelum embum pagi menjemput dalam basah yang menggigil karna kerinduan..
Malam kian meninngi sayang,disemenanjung hati masih berharap mimipi masih mempertemukan kita lagi, diantara cahaya lentera yang tersisa sebelum embum pagi menjemput dalam basah yang menggigil karna kerinduan..
dan sampai saat ini setelah beberapa tahun, sosokmu adalah inspirasi setiap syair-syair yang kugubah yang belum kutau setiap tumpahan kata, bisakah kita menjadi malam bersama-sama..
Entah berapa banyak kata lagi meski ku rangakai, harus menanti dipemberhentian disaat kita sama-sama berbahagia menghadap dunia dan mneghitung sisa-sisausia yang mulai renta, setelah aku benar-benar tak sempurna dihadapanmu cinta..
dibalik tirai senja yang membelenggu, nada-nanda biru muda menghiasi relung jiwa yang tersakiti, hiasanya bagaikan sulaman kertas bebingkai pilu, bertahtakan gelombang nista dalam pelukan jiwa sehingga tiada lagi yang mampu kutorehkan dalam dinding hatinya..
Oh kasih bersama dentingan waktu, kususuri jendela hatimu bersama tariakn nafas kusimpan setiap getar cinta dan kasihmu..
bulan tak lagi memberikan kebahagiaan bintang tak lagi beriku keceriaan, malam tak mampu lagi menyejukkan gelap tak lagi beriku kedamaian, hanya ada hampa jiwa kosong tak bernyawa mencari satu titik cahaya berharap membawaku kembali dalam tawa, kepiluan hati termenung sendiri menelusuri lorong-lorong sepi mencari sisa-sisa mimpi, sirna senyumku terbang bersama angin lalu melayang diantara mega sendu, hilang bersama hancurnya hatiku.